Sedikit buah yang dikelilingi mitos sebanyak durian. Sebagian mitos ini membuat orang takut menikmatinya, padahal alasannya sering tidak berdasar. Mari kita bahas satu per satu dengan kepala dingin.

Mitos 1: "Durian Bikin Darah Tinggi"

Sebagian besar keliru. Durian justru tinggi kalium, mineral yang membantu menyeimbangkan natrium dan cenderung menurunkan tekanan darah, bukan menaikkan. Sensasi tubuh terasa panas dan jantung sedikit berdebar setelah makan durian banyak lebih disebabkan oleh lonjakan kalori dan kerja metabolisme, bukan kenaikan tekanan darah permanen. Yang perlu berhati-hati adalah orang dengan penyakit ginjal, karena kalium tinggi memberatkan ginjal yang fungsinya menurun.

Mitos 2: "Durian dan Kopi Berbahaya"

Belum ada bukti kuat. Tidak ada penelitian yang menunjukkan kombinasi durian dan kopi berbahaya bagi orang sehat. Yang mungkin terjadi adalah rasa begah karena keduanya sama-sama "berat" di perut, plus efek kafein yang membuat jantung berdebar bertemu dengan sensasi hangat dari durian. Tidak nyaman, tapi bukan bahaya medis.

Mitos 3: "Durian dan Alkohol Bisa Mematikan"

Ada dasarnya, tapi dilebih-lebihkan. Penelitian menunjukkan durian mengandung senyawa sulfur yang dapat menghambat enzim aldehida dehidrogenase, enzim yang memecah produk sampingan alkohol. Akibatnya, kalau minum alkohol setelah makan durian, produk beracun dari alkohol menumpuk dan menimbulkan mual, wajah memerah, jantung berdebar, dan pusing. Gejala ini mengganggu, bisa berbahaya bagi orang dengan kondisi jantung, tetapi bukan "racun mematikan" seperti mitos ekstrem. Solusinya sederhana: beri jeda beberapa jam, atau tidak menggabungkan keduanya.

Mitos 4: "Durian Menyebabkan Kolesterol Tinggi"

Keliru. Durian memang mengandung lemak, tetapi lemaknya didominasi lemak tak jenuh tunggal, jenis yang sama seperti pada alpukat dan minyak zaitun, yang justru dianggap ramah untuk profil kolesterol. Durian juga tidak mengandung kolesterol karena kolesterol hanya ada pada produk hewani. Yang bisa jadi masalah adalah kalau durian dimakan berlebihan bersama santan dan gula tambahan (misalnya dalam kolak atau serabi durian setiap hari).

Mitos 5: "Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Durian"

Perlu kehati-hatian, bukan larangan mutlak. Tidak ada bukti ilmiah bahwa durian menyebabkan keguguran atau membahayakan janin dalam porsi wajar. Namun karena durian tinggi gula dan kalori, ibu hamil dengan risiko diabetes gestasional atau kenaikan berat badan berlebih sebaiknya membatasi porsi. Sebaiknya konsultasikan dengan bidan atau dokter kandungan, terutama pada kehamilan dengan komplikasi.

Mitos 6: "Makan Durian Bikin Gemuk Seketika"

Setengah benar. Durian padat kalori: 100 gram daging sekitar 140–150 kalori, dan orang mudah makan 300–500 gram sekali duduk. Kalau ini terjadi rutin tanpa penyesuaian asupan lain, berat badan bisa naik. Tapi durian tidak "ajaib" membuat gemuk; yang membuat gemuk adalah surplus kalori total. Nikmati 2–4 pongge, kurangi karbohidrat lain di hari itu, dan berat badan Anda baik-baik saja.

Mitos 7: "Durian Panas, Manggis Dingin, Harus Dimakan Bersama"

Tradisi yang tidak berbahaya, tapi bukan keharusan medis. Konsep "panas" dan "dingin" berasal dari pengobatan tradisional, bukan sains gizi modern. Makan manggis setelah durian tidak salah; manggis menyegarkan dan kaya antioksidan. Tapi kalau Anda tidak punya manggis, minum air putih yang cukup sudah memadai untuk mengurangi rasa "enek".

Mitos 8: "Air Bekas Cucian Kulit Durian Menetralkan Bau Mulut dan Panas Dalam"

Ada manfaat praktis, klaim medisnya terbatas. Menuang air ke dalam kulit durian lalu meminumnya adalah kebiasaan lama. Air itu memang membawa sedikit rasa dan senyawa dari kulit, dan minum air setelah makan durian membantu hidrasi serta mengurangi sensasi begah. Soal "menetralkan panas dalam", itu lebih ke sugesti dan efek hidrasi daripada khasiat khusus kulit durian.

Fakta yang Sering Terlupakan

  • Durian adalah salah satu buah dengan kandungan vitamin C dan kalium tertinggi.
  • Durian mengandung triptofan yang bisa memberi efek rileks dan kantuk ringan.
  • Aroma durian berasal dari campuran puluhan senyawa volatil, termasuk senyawa sulfur (bau bawang) dan ester (bau buah manis).
  • Tingkat kepahitan durian dipengaruhi genetik pohon dan kematangan, bukan tanda buah rusak.

Penutup

Kebanyakan mitos durian berakar dari pengamatan nyata (tubuh terasa hangat, perut begah, tidak enak badan setelah durian + alkohol) yang kemudian ditafsirkan berlebihan. Dengan porsi wajar, hidrasi cukup, dan menghindari kombinasi dengan alkohol, orang sehat bisa menikmati durian tanpa rasa khawatir. Kalau Anda punya kondisi medis tertentu seperti diabetes atau penyakit ginjal, bicarakan dulu dengan tenaga kesehatan.